<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10245">
 <titleInfo>
  <title>Model sistem e-commerce business to consumer menggunakan metode agile</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lestari, Akruina Diah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Henderi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Tangerang</placeTerm>
   <publisher>Universitas Raharja</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu bentuk metode pengembangan perangkat lunak yang berkembang saat ini&#13;
adalah metode agile. Agile merupakan metode pemodelan perangakat lunak yang&#13;
mengutamakan fleksibelitas terhadap perubahan-perubahan yang terjadi selama proses&#13;
pembangunan perangkat lunak. Bahkan perubahan dapat dilakukan pada saat fase&#13;
terakhir pembangunan perangkat lunak. Agile digunakan untuk membangun sebuah&#13;
model sistem penjulan berbasis online yang lebih dikenal dengan istilah E-Commerce,&#13;
dan dengan prinsip Business to Consumer (B2C). sistem ini di peruntukan bagi penjual&#13;
yang ingin mengembangkan kegiatan jual beli barang daganganya kepada customer&#13;
secara online.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa dokumentasi&#13;
perancangn sistem hanya dilakukan pada tahap awal pembangunan yaitu tahap&#13;
eksplorasi dan tahap perancanggan.kemudian apabila terjadi perubahan pada saat&#13;
pembuatan aplikasi, perancangan sistem tidak akan diubah, hanya sistemyang&#13;
dibangun saja yang berubah. Dapat dikatakan bahwa agile tidak memiliki dokumentasi&#13;
formal yang dapat digunakan sebagai alat ukur bahwa aplikasi sudah selesai dibangun.&#13;
Hal ini membuat developer menemukan kesulitan harus bisa mengatasi permintaan&#13;
klien, yang tidak jarang developer menemukan kesulutan untuk mengatasi permintaan&#13;
tersebut. Kesulitan ini berupa perubahan dan penambahan kode program yang harus&#13;
dierbaiki, dan perubahan data di database yang mengharuskan developer membangun&#13;
ulang tabel pada database.&#13;
Kata kunci : Agile, E-Commerce, B2C</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>004</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Raharja Jl. Jendral Sudirman No. 40 Modern Cikokol Tangerang, Banten</physicalLocation>
  <shelfLocator>004 LES m (TI-2022)</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S1400</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Raharja (Rak Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>004 LES m (TI-2022)</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10245</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-05-10 09:45:07</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-10 09:45:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>