No image available for this title

Text

Sistem pendukung keputusan penentuan penerima beasiswa tidak mampu dengan metode weighted product di akademi manajemen informatika dan komputer serang (amik serang)



Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK Serang) merupakan salah satu Perguruan Tinggi
Swasta yang ada di Serang. Seleksi calon penerima beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa ekonomi
lemah masih dilakukan secara manual yang kurang efektif dan tidak tepat sasaran. AMIK Serang belum
memiliki sistem yang dapat membantu dalam menyeleksi mahasiswa yang akan menerima bantuan beasiswa.
Selama ini proses pemilihan sistem didasarkan pada data yang tersedia dan sering kali tidak memenuhi
kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem
pendukung keputusan yang memiliki alat analisis dalam menentukan calon penerima beasiswa dengan
menggunakan metode Weighted Product. Metode ini menggunakan teknik perkalian untuk menghubungkan
peringkat atribut, dimana peringkat setiap atribut harus dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot atribut
yang bersangkutan, Kriteria yang digunakan adalah program keluarga harapan, siswa yatim piatu, jumlah
tanggungan orang tua dan pendapatan orang tua. Sistem pendukung keputusan penentuan beasiswa tidak
mampu dengan metode Weighted Product ini akan membantu pihak kampus dalam menentukan calon
penerima beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu lebih sistematis dan tepat sasaran.
Kata Kunci : Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu, Metode Weighted Product, Sistem Pendukung Keputusan.


Ketersediaan

S1290004 ANA s (MTI-2022)Perpustakaan Raharja (Rak Skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
004 ANA s (MTI-2022)
Penerbit Universitas Raharja : Tangerang.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
004
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this